Jumat, 03 Mei 2019 - 17:54:10 WIB
3 Catatan Kegiatan Pendidikan Sejarah UM Metro Tahun 2018
Diposting oleh :
Kategori: PENDIDIKAN SEJARAH - Dibaca: 2 kali

 

 

Sejarah UM Metro | Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Muhammadiyah Metro, salah satu jurusan terfavorit di lingkungan civitas akademika UM Metro keberadaannya kian membanggakan. Capaian itu tentunya berkat kerjasama yang baik antara dosen dengan mahasiswa, maupun hubungan kerjasama antar lembaga, dan stakeholder lainnya.

Beberapa catatan kecil sebagai bukti dari sebuah perjalan Prodi Pendidikan Sejarah UM Metro di tahun 2018, sepertinya layak kita ulas kembali. Ingat “Jangan Sekali-kali melupakan sejarah”. Begitukan Jargon kita?

Selain untuk membangkitkan ingatan kolektif, tidak berlebihan rasanya bila catatan kecil ini kita jadikan evaluasi dan referensi untuk menyusun program selanjutnya.

Mari kita telusuri bersama beberapa catatan yang berhasil tim redaksi himpun.

 

Pameran Arsip Metro Tempo Doeloe

Kegiatan ini digagas bersama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusarda) Kota Metro. Bertepatan dengan Hari Kunjung Perpustakaan, pada 26-27 September 2018.

Dengan mengusung tema “Metro Tempo Doeloe” Prodi Pendidikan Sejarah UM Metro pamerkan ratusan koleksi foto dokumenter tentang Kota Metro. Arsip atau foto dokumenter ini menggambarkan keadaan Metro di era kolonisasi.

Kian Amboro, M.Pd., mencatat Prodi Pendidikan Sejarah UM Metro mengeluarkan 150 arsip berupa foto-foto Metro masa kolonisasi yang berkisar antara tahun 1935-1940.

Selain itu, Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah UM Metro, Kuswono, M.Pd., menjelaskan tujuan keikutsertaannya dalam pameran ini. Menurutnya dengan mengadakan pameran tentang Metro Tempo Dulu, masyarakat akan lebih memahami bagaimana perjalan Kota Metro bisa sampai seperti sekarang ini.

“Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat Metro mengenai asal-usul terbentuknya kota Metro hingga bisa seperti sekarang ini.” 

Selama berjalannya pameran, Stand Pendidikan Sejarah terlihat selalu ramai pengunjung. Tujuan mereka bermacam-macam, ada yang hanya berswafoto dengan background ratusan foto dokumenter. Ada juga yang mengamati dengan detail alur perkembangan Kota Metro lewat foto yang memang sengaja disusun sesuai urutan dari waktu ke waktu.

 

Upacara Peringatan Hari Pahlawan Bersama Walikota Metro

Menurut Umi Hartati, M.Pd. salah satu dosen muda di program studi ini, bahwa kehadiran mahasiswanya di upacara Hari Pahlawan berkat undangan Pemerintah Kota Metro. “Hari Kamis, (8/11/2018) kami menerima undangannya dan langsung diinformasikan ke seluruh mahasiswa,” ujarnya.

Hayo, siapa yang lupa dengan tanggal diperingatinya Hari Pahlawan? Supaya kita semua ingat, baiknya kita tulis kembali bahwa Hari Pahlawan diperingati setiap tanggal 10 November. Dari berbagai referensi, dipilihnya tanggal 10 November berkaitan erat dengan peristiwa pertempuran rakyat di Surabaya dalam upaya mempertahankan harga diri bangsa yang hendak dijajah kembali oleh tentara NICA.

Terlepas dari itu, sebagai mahasiswa sejarah Eva mengaku kegiatan memperingati Hari Pahlawan bisa membangkitkan rasa nasionalisme dan menyadarkan kita untuk lebih menghargai jasa-jasanya.

“Upaca peringatan Hari Pahlawan ke-73 ini menyimpan makna untuk dihayati oleh generasi muda, karena bisa membangkitkan rasa nasionalisme para pemuda, serta lebih bisa menghargai lagi jasa para pahlawan,” ungkap Eva.

Selain upacara Peringatan Hari Pahlawan di Lapangan Samber Kota Metro, para peserta beserta rombongan Walikota langsung melaksanakan upacara Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Kota Metro.

 

Musywil dan Rapat Kerja IKAHIMSI Wilayah

Kegiatan IKAHIMSI Wilayah X ini menurut Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Sejarah (HIMAS) UM Metro “demisioner”, Arif Budianto memiliki dua agenda besar yaitu Musywil dan Rapat Kerja IKAHIMSI Wilayah X.

Menjadi tuan rumah Musywil dan Rapat Kerja IKAHIMSI Wilayah X, Mahasiswa Pendidikan Sejarah UM Metro membentuk kepanitiaan dan dikomandoi oleh Chairul Anam.

Acara IKAHIMSI Wilayah X kala itu dihadiri oleh 10 delegasi dari Perguruan Tinggi di wilayah Sumatera bagian Selatan, baik negeri maupun swasta. Selain itu, acara yang berlangsung empat hari, tanggal 19-22 Desember 2018 meliputi rangkaian kegiatan Seminar Nasional dan Lomba Karya Tulis Ilmiah.

Diantara sepuluh Perguruan Tinggi itu, Chairul Anam sebagai ketua pelaksanan menjelaskannya dengan cermat “Delegasi yang diundang semua wilayah yang ada di Korwil X, ada Unsri, Unila, UM Metro, UM Palembang, IAIN Bengkulu, STKIP Bandar Lampung, UIN Raden Patah Palembang, STKIP Lubuk Linggau, Universitas PGRI Palembang dan Universitas Megoupak Tulang Bawang.

Diakhir rangkaian acara, para delegasi dari 10 perguruan tinggi se-Sumbagsel itu dijamu oleh panitia. Mereka, panitia beserta seluruh rombongan IKAHIMSI Korwil X mengadakan fieldtrip ke berbagai destinasi wisata sejarah dan bahari yang terdapat di Lampung. (nas/timredaksi)

 

Source: ummetro.ac.id & berandadesa.com




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)