Pekan Sejarah ke-7 dan Seminar Kesejarahan Tahun 2026 Prodi Pendidikan Sejarah & Himas UM Metro

Rangkaian kegiatan Pekan Sejarah VII yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sejarah (HIMAS) dan Prodi Pendidikan Sejarah Universitas Muhammadiyah Metro pada Sabtu, 9 Mei 2026 melalui acara bertajuk “Puncak Pekan Sejarah dan Seminar Kesejarahan”. Acara ini dilaksanakan secara luring di Aula Gedung Ar Fachrudin Universitas Muhammadiyah Metro dan dihadiri oleh berbagai unsur sivitas akademika.
Kegiatan ini merupakan momentum penutup dari berbagai lomba dan aktivitas edukatif yang telah digelar, seperti, Olimpiade Sejarah, Lomba Karya Tulis Ilmiah, Lomba Video Kreatif/Vlog Sejarah. Acara berlangsung semarak dan khidmat, dihadiri oleh jajaran sivitas akademika, tamu undangan, dan para peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Acara diawali dengan laporan pertanggungjawaban dari Dewi Yusmalia, selaku Ketua Pelaksana. Dalam laporannya, Dewi menyampaikan bahwa Pekan Sejarah VII merupakan hasil kerja kolaboratif dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah yang tidak hanya menunjukkan semangat akademik, tetapi juga kekuatan manajerial mahasiswa dalam mengelola kegiatan berskala fakultas.
“Kami bersyukur seluruh rangkaian lomba berjalan lancar, dengan total puluhan peserta dari berbagai latar belakang pelajar dan mahasiswa. Ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi ruang belajar yang sesungguhnya, tempat kita menguji daya pikir, kreativitas, dan kerja tim,” ujarnya.
Nuur Muhammad Raafi, Ketua Umum HIMAS, juga menekankan bahwa Pekan Sejarah merupakan bagian dari komitmen HIMAS untuk menjaga semangat historis di tengah derasnya arus disrupsi digital.
“Kami percaya bahwa sejarah tidak pernah menjadi cerita masa lalu yang usang, melainkan fondasi berpikir dan bertindak hari ini. Melalui Pekan Sejarah, kami berupaya membungkus nilai-nilai sejarah dengan pendekatan kreatif agar lebih dekat dengan generasi muda,” ujar Fawas.
Bapak Dr. Johan Setiawan, M.Pd., Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang dipelajari di dalam kelas.
“Saya melihat bahwa mahasiswa sejarah kita tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga terjun mengelola acara, berjejaring, memimpin tim, dan menciptakan platform yang produktif. Ini adalah wujud pembelajaran historis dalam praktik,” ungkapnya.
Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Dr. Arif Rahman Aththibby, M.Pd. Si., Dekan FKIP, yang memberikan apresiasi tinggi terhadap keberhasilan HIMAS dan panitia.
“Apa yang dilakukan HIMAS adalah bentuk perwujudan dari kampus berdampak, di mana mahasiswa diberi ruang untuk berkreasi dan mengasah kepemimpinannya. FKIP akan selalu mendorong kegiatan-kegiatan semacam ini karena sejalan dengan visi kita,” tegasnya. Dengan resmi, beliau menutup Pekan Sejarah VII dengan penuh harap agar kegiatan serupa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.
Puncak kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Pimpinan Komisariat IMM FKIP, seluruh HMPS se-UM Metro, UKM se-UM Metro, para dosen Pendidikan Sejarah, serta para mahasiswa dari berbagai program studi, menandai kuatnya sinergi antar unsur kampus dalam mendukung kegiatan kemahasiswaan yang edukatif dan kolaboratif. Sebagai bagian penutup, diadakan Seminar Kesejarahan yang menghadirkan Dr. Yuver Kusnoto, M.Pd., Dalam pemaparannya berjudul “Menghidupkan Kembali Kisah dan Nilai Sejarah”, ia menekankan pentingnya menjadikan sejarah sebagai ilmu yang terbuka dan partisipatif.
“Inklusivitas dalam pendidikan sejarah bukan hanya soal siapa yang mengajar dan siapa yang belajar, tetapi bagaimana kita membuka ruang partisipasi publik, komunitas lokal, bahkan generasi muda dalam merekam, menarasikan, dan mewariskan sejarahnya sendiri,” ungkapnya. “Artinya disini jelas Pendidikan sejarah tidak boleh eksklusif hanya di ruang kelas dan hanya dikuasai oleh akademisi, tetapi harus menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk merefleksikan identitas dan pengalaman kolektif mereka,” Tegasnya.